Home / health and sex / Benarkah Transfusi Darah Dapat Mengubah DNA?

Benarkah Transfusi Darah Dapat Mengubah DNA?


Health A-Z

Benarkah Transfusi Darah Dapat Mengubah DNA?

Benarkah Transfusi Darah Dapat Mengubah DNA?

Darah merupakan salah satu cairan tubuh yang melaluinya,  segala macam penyakit dapat ditularkan. Plus, darah membawa DNA seseorang, yang seperti tanda tangan penanda keunikan untuk tubuh mereka.

Ketika kita dihadapkan pada pilihan antara hidup atau mati, darah orang lain bisa menjadi satu-satunya pilihan. Transfusi adalah prosedur perpindahan darah yang umum dari satu pribadi ke pribadi yang lain. Transfusi darah bisa berupa transfusi darah seluruhnya,  plasma atau sel darah merah atau putih.

Penyebab seseorang perlu menerima darah dari orang lain bisa disebabkan banyak hal. Yang paling umum adalah karena luka atau operasi yang menyebabkan kehilangan darah, gangguan seperti hemofilia di mana darah tidak dapat menggumpal dengan benar,  infeksi yang menghambat kemampuan tubuh untuk membuat darah; dan penyakit lainnya seperti anemia, kanker dan gangguan autoimun.

Meskipun para ilmuwan di Singapura baru-baru ini menemukan cara untuk mengubah sel kulit menjadi sel darah pada tikus, metode ini masih harus diuji pada manusia.

Memilih donor tak bisa sembarangan. Harus sehat adalah syarat utama. Darah ditransfusikan dengan pilihan yang selektif yakni bergolongan  sama dengan rhesus yang juga sama.  Dan untungnya, terkait masalah DNA, meski DNA pendonor masuk ke tubuh penerima, hal itu tak menjadikan penerima berubah kepribadian. Penerima akan terus menjadi dirinya sendiri setelah menerima transfusi darah.

Scientific American menjelaskan bahwa ketika darah donor dicampur ke dalam tubuh melalui transfusi, DNA orang itu akan hadir dalam tubuh Anda selama beberapa hari, "Tetapi kehadirannya tidak mungkin bisa mengubah genetik secara signifikan." Hal ini mungkin karena mayoritas darah yang ditransfer adalah  sel-sel darah merah, yang tidak membawa DNA sepert yang sel darah putih lakukan. Studi menunjukkan, dengan alat khusus, DNA dapat diambil dari tubuh penerima setidaknya seminggu setelah prosedur transfusi dilakukan.

Tetapi jika menyangkut transfusi yang sangat besar, sel darah putih donor yang membawa DNA akan ada di tubuh penerima sampai satu tahun setengah sesudahnya. Dalam beberapa kasus, DNA penerima jelas dominan atas DNA donor dan  diidentifikasi sebagai "pengganggu yang relatif tidak penting."

Hal yang dianggap lebih penting oleh dokter adalah risiko di mana tubuh penerima bereaksi tidak seperti yang diharapkan, misalnya menurut Mayo Clinic adalah,   reaksi alergi, demam, kelebihan zat besi dalam tubuh, atau  sel-sel darah putih dari donor menyerang darah di sumsum tulang Anda.

"Hal ini lebih cenderung terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti yang sedang dirawat karena leukemia atau limfoma. Ada juga kasus di mana darah dari donor sudah terinfeksi suatu kuman penyakit, yang paling parah adalah terinfeksi HIV dan hepatitis. Namun,  hal ini jarang terjadi karena biasanya bank darah akan melakukan pemeriksaan sebelum menyimpan atau memberikan darah ke penerima.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf 


Disadur Dari : http://meetdoctor.com/article/benarkah-transfusi-darah-dapat-mengubah-dna

About dalijem

Check Also

Disadur Dari : Best free WordPress theme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>